Lama ngga nulis…bahasa jadi kaku..jadi hari ini mulai pengen nulis lagi walaupun nantinya cuma nge-junk aja (as usual sih)…kali ini pengen ngomongin malam..ntah kenapa tiba2 kepikiran pengen nulis soal ini..gpp yaa… :)

Akhir-akhir ini sedang “terikat” ama malam…malam menjadi satu2nya yang paling menenangkan, hingga munculnya mentari malah mengisyaratkan tubuh untuk istirahat..mungkin orang bilang penyakit,insomnia atau apalah…tapi aku “menikmati” malam..saat tak ada yang mengganggu..hanya aku dan malam…

Udah lama aku ngga ngomongin bulan dan bintang…aku memang tertarik sama dua anugrah yang cahayanya indah ini..sampai akhirnya aku sadar…mereka hanya terlihat sementara…yang selalu setia hanyalah malam..gelap memang, tapi bukankah kita bisa melihat sinar bulan karena gelapnya malam? kegelapan yang selalu dianggap buruk dan tak pernah diharapkan..

Malam….dia hanya terlalu indah untuk dilukiskan..dan aku hanya seseorang yang mengaguminya..terima kasih Tuhan yang telah memberikan aku malam yang indah…yang ntah sampai kapan bisa aku nikmati….ah,aku jatuh cinta pada malam….

Mungkin setelah ini aku akan terus2an ngomongin malam…semoga kalian ngga bosan…. :)

Aside  —  Posted: April 16, 2014 in Just Share

Penelitian

Posted: October 7, 2013 in Just Share

Satu kata, yang dalam beberapa waktu terakhir rasanya merenggut kebahagiaan. Berlebihan mungkin, tapi untuk seorang lulusan teknik komputer yang lari-larian belajar akuntansi, aku merasa seluruh pikiran dan tenaga terkuras untuk urusan yang satu ini. Mulai dari mencari topik yang akan diteliti, mengumpulkan jurnal-jurnal akuntansi yang harus dibaca satu persatu demi bisa mentransfer sedikit ilmu para peneliti-peneliti super itu ke dalam otakku, mencari referensi buku-buku dengan bahasa Inggris baku yang butuh bantuan mbah google untuk mengerti apa maksudnya. Aku capek, tapi  aku dibayar untuk berada disini. Beban memang, semua harus dijalani, tapi tak apa kan kalau aku menulis isi pikiranku saat ini?mungkin terdengar mengeluh, tapi aku harus meluapkannya. Disaat begini aku selalu rindu papa, sedikit pelukan mungkin bisa banyak membantu.

Enklave Ranupani

Posted: September 12, 2013 in Just Share
Tags:

Hai guys, after long long time no see. You must be missing my update,right? Udah ngaku aja,gapapa kok. Aku udah biasa banyak fans. *ditoyor pembaca :D

Anyway, malam ini aku mau posting review bukunya Amin yang terbaru, judulnya Enklave Ranupani. Ceritanya tentang perjalanan Amin ke Ranupani (lagi) yang bikin mupeng, secara aku belom belom juga kesananya *poor me :p

enklave ranupane

Eh, ada yang belom kenal Amin? mau tau siapa dia? (ecieee udah kembang kempis aja tuh idungnya si Amin :p) monggo cek post sebelumnya yang judulnya Fatamorgana dulu yaa….

Oke, sekarang mari kita bahas bukunya, “Min,baru bagusnya dulu apa jeleknya? Jeleknya dulu? Oke..” (nanya sendiri, jawab sendiri :p)

Buku Enklave Ranupani ini terdiri dari 150 halaman yang ditulis oleh dua orang, Amin dan mbak Mervi (menurut sampul bukunya sih gitu). Isinya seperti yang udah diceritakan diatas adalah perjalanan Amin ke Ranupani (lagi) beserta mbak Mervi yang sepertinya baru pertama kali kesana. Begitu baca bab-bab awal, kalian pasti langsung tau betapa “wow” nya perjalanan mereka ke Ranupani.

Kita mulai dari awal yaa. Waktu awal baca, kukira yang nulis adalah Amin, aku baru tau yang tulis mbak Mervi setelah sampai di halaman 19, itupun karena ada namanya.Tulisan mbak Mervi dari halaman 2-64, sisanya Amin. Jadi bukan seperti buku kebanyakan, yang kalaupun ditulis oleh beberapa orang, kita ngga akan tau yang nulis siapa karena bahasanya yang mungkin universal dan tidak menjurus ke personal penulis. Jadi menurutku, sebaiknya diberi keterangan bagian mana yang ditulis oleh penulis yang mana (menurutku loh ya… :D)

Seperti juga komentarku di novel Amin waktu dia pertama kali menerbitkan novelnya yang Fatamorgana, di buku ini juga ada beberapa kekurangan (mungkin secara estetika penulisan aja) karena setelah baca, asumsiku bahwa mbak Mervi adalah seorang penulis pemula, dan tentu saja untuk menjadi penulis handal harus jadi pemula dulu kan? Semua harus ada “awal”nya :)

Kekurangan yang aku maksudkan itu misalnya seperti nama peserta yang ikut dalam perjalanan yang tiba-tiba muncul ditengah cerita. Penggunaan tanda seru dan huruf besar yang berserakan dimana juga mengganggu, karena seperti marah-marah padahal sebenarnya isi ceritanya nggak marah sama sekali. Trus konsistensi penggunaan kata, misalnya kata (ngga atau ga) mungkin bisa dipilih salah satu, sehingga bacanya lebih enak. Kalau masalah typo mungkin udah lumrah ya, tinggal seberapa jeli editor aja. Di buku ini juga dijumpai (lagi) istilah-istilah dalam bahasa inggris atau bahasa non-baku yang tidak diberi penjelasan yang biasanya diletakkan sebagai footnote. Buku yang diterbitkan pasti dengan niat agar bisa dibaca semua orang kan, dan nggak semua orang mengerti akan istilah-istilah tersebut, jadi sebaiknya diperjelas, biar mudah dimengerti :)

Lalu ada bagian cerita yang diulang sampai beberapa kali, dengan bahasa yang sama, misalnya cerita bahwa Better (nama biskuit – red) seharga 500 rupiah diulang sampai 3 kali dengan bahasa yang sama, bedanya disatu halaman kata-kata “Better” disensor jadi “Bett*r” dan di dua halaman lain nggak di sensor. Sebenarnya cerita yang ditulis mbak Mervi ini mengandung humor yang lumayan banyak, tapi mungkin butuh sedikit polesan pada kata-katanya biar orang yang baca terpengaruh sama tulisannya mbak Mervi ini. Buktinya aku dua kaii ketawa karena ada bagian cerita yang menurutku lucu, nice :D

Kekurangan lain mungkin nggak terlalu masalah, hanya sebatas penggunaan huruf kapital yang tidak digunakan di awal kalimat, tanda baca yang hilang, hal-hal seperti itu aja. Yang lainnya? jempol deh mbak, aku nggak bisa nulis kayak mbak *malu*

Next, aku mau komentar tentang tulisannya Amin, dari halaman 65 sampai selesai. Honestly, aku kaget baca tulisan Amin kali ini, dibandingkan novel Fatamorgana, aku hampir nggak nyoret kesalahan tulisannya. Kali ini menurutku tulisannya bisa aku kasi 4 jempol, serius. Kenapa aku bisa ngomong gitu? Oke, mari kita perjelas.

Dari awal aku bilang ini buku, karena isinya bukan cuma soal pengalaman, kalian bisa liat Amin sebagai seorang “Mahasiswa Teknil Lingkungan” mulai halaman 97. Bahasanya bagus, kalo boleh aku bilang “banget” sampe aku ngerasa sedang baca buku studi tentang lingkungan. Jadi dibuku ini, ada bagian santai dan ada bagian seriusnya. Maaf ya min, untuk buku yang ini komentarku nggak banyak, cuma mungkin masi ada beberapa tanda baca yang kurang aja, dan bahasa yang terlalu teknis, mungkin bisa dibikin sedikit ringan :)

Bagian yang menarik buatku dari buku ini adalah cerita tentang Pak Haji Amin dan anak berpipi merah. Di Takengon-Aceh Tengah, kampung halamanku, penduduk asli juga berkulit terang dan berpipi merah gitu, karena sama-sama didataran tinggi mungkin, jadi waktu Amin bahas soal pipi merah, aku jadi ingat kampung deh,hehe :D

Secara keseluruhan, aku suka buku ini. Semoga buku ini mendekatkan Amin menuju cita-citanya sebagai “Penulis Profesional”. Amiiiiiiin :D

 

 

Fatamorgana

Posted: May 17, 2013 in Uncategorized

Mungkin pada nebak-nebak isi blogku  kali ini,heheh…itu judul novel bikinan seorang temen (kalau dia udah nganggep temen sih,hehe :D ) Hari ini aku baca novelnya, dan janji mau bikin reviewnya. Dan berhubung malam ini (lagi2) aku blom bisa tidur, dan udah terlalu malam buat gangguin abang-abang cakep (awas pada ngerasa) yang suka aku chat malem2, jadi mungkin aku bikin aja reviewnya malam ini. Setidaknya aku ngelakuin sesuatu yang berguna malam ini setelah seharian cuma tidur dan makan karena kondisi badanku kurang fit plus alergi yang bikin pengen garuk2 muka terus. But thanks God, malem ini udah seger lagi, pun mukanya masi gatel (yah mungkin emang harus ketemu dokter lagi).

Anyway, setelah curcol2 ngga jelas diatas yang harusnya ku edit dan kuhilangkan, hehe..Aku suka nulis apa yang ada dipikiranku tanpa ku edit, jadi biarlah ya, skip aja bacanya kalo kira2 ngga enak dibaca :D . Then I will introduce you my friend, penulis novel ini, namanya Nurul Amin. Aku kenal dulu waktu masi di Babel, kenalnya di facebook, dia suka backpakeran dan naik gunung, makanya ngobrol jadi seru. Mungkin terlihat aneh atau beberapa orang nganggap ini suatu hal yang “murahan” kenapa aku mau temenan sama orang yang awalnya dari facebook. Well, i dont care, selama tujuannya baik, darimanapun kamu bisa dapet temen (menurutku loh ya). Jadilah waktu aku kuliah di Solo ini, udah beberapa kali ketemu ini anak dan ngobrol bareng. Tengil, mungkin gitu penggambaran awal waktu ngeliatnya. Makanya aku asik2 aja bahkan pertama kali ketemu juga.

Amin (nama panggilannya) selain hobbinya naek gunung, juga pernah ngonthel jogja-sumbawa-jogja, juga pernah naek vespa dari jogja-jambi-jogja. Sesuatu yang menurutku “wow” untuk seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Teknik Lingkungan ini. Mungkin kalau kalian kenal orang ini juga bakal sependapat denganku,,wkwkwk (ampun Min :D)

So, ini novel pertamanya, judulnya sesuai dengan judul blog ini “Fatamorgana”, isinya tentang pendakian Amin dan empat orang temennya ke puncak Mahameru bulan Desember tahun 2012. Mungkin kalian udah pernah nonton filmnya atau udah baca novel 5cm? jadi udah liat kan gimana indahnya puncak Mahameru? Aku dong ampe sekarang masi mupeng banget pengen kesana, tapi fisiknya kayaknya belom sanggup buat kesana,haha…

Novel ini secara keseluruhan menurutku isinya cukup bagus untuk seorang penulis pemula, tapi ngga bisa dipungkiri karena novel ini diterbitkan sendiri oleh Amin, jadi masih perlu beberapa perbaikan. Ngga apa2 ya Min aku komentari, buat perbaikan ke depan juga kan? :)

Aku ingat kata-katanya waktu kemaren kami maen ke Gramed di Malioboro Mall Jogja. “Pasti bahagia kali rasanya kalo tulisan kita dicari orang, dipampang disini. Suatu saat tulisanku juga akan ada disini, dan dicari orang. Ngga kebayang gimana bahagianya”. Dan aku otomatis mengaminkan kata2nya :D

Kekurangan buku ini yang pertama itu sama kayak novel kebanyakan, masalah tata penulisan kata dan banyak typo. Aku bilang banyak karena lebih dari jumlah jari yang aku punya,hehe. Tata penulisan katanya kurang baik di bab2 awal, bahasa resmi dan santai kegabung disatu percakapan yang jadinya kurang indah dibaca. Tapi mulai bagian Ranupani- Ranu Kumbolo, bahasanya mulai bagus, jadi lebih enak bacanya.

Yang kedua, di novel ini ada semacam footnote buat ngejelasin kata2 yang mungkin awam bagi pembaca, tapi banyak kata2 yang harusnya diperjelas di footnote malah ngga ada, dan kata2 yang orang awam tau malah dijelasin lagi,hehe.. :D

Terus ada beberapa bagian cerita yang bikin bingung karena tiba2 muncul, misalnya ada bagian yang bilang “Agra itu anak Tungkal”. Nah..muncul pertanyaan Tungkal itu dimana?tapi ngga diceritain,hehe. Trus cerita saudarinya mbak Winda, yang tiba2 muncul dicerita dan menawar harga angkot, dan beberapa cerita lainnya. Mungkin beberapa bagian yang Amin lupa kalo itu tiba2 muncul :)

Ada juga nama “Fitri” yang muncul, padahal sebelum2nya Amin manggilnya “Rotua”. Awalnya aku bingung itu siapa, baru ngeh setelah inget nama lengkap yang dimaksud “Fitri Rotua”. Dari namanya udah ketauan kalo dia cewe, dan di dalam novel ini perannya menonjol setelah Amin sendiri tentunya. Cerita2 tentang mbak Rotua ini bikin aku pengen ketemu orangnya langsung. Sepertinya orang ini menarik, dan mungkin setipe denganku “kurang feminin”, heheh :D

Yang terakhir mengenai penggambaran lokasi di novel ini. Aku kurang bisa membayangkan gimana indahnya Ranu Kumbolo, Kalimati, Puncak Mahameru dan lain2nya karena penggambarannya di novel ini menurutku kurang. Mungkin boleh deh Min lebih di detail lagi, biar yang baca juga bisa bayangin mereka ada disana, jadi kayak yang aku bilang kemaren, pembaca bisa ngerasa masuk ke novelnya. :)

Aku suka epilognya dan aku baru tau bahwa pembuatan film 5cm ternyata malah ngerusak alam disana. Semoga suatu saat aku juga bisa ikut mendaki, pengen liat hamparan lavender yang luas kayak yang diceritain di novel ini :D

Btw, buat yang penasaran sama orangnya, silahkan maen2 ke facebooknya Nurul Amin. Dia juga udah bikin novel baru lagi, tapi aku blom baca…

bentuk Novelnya kira2 begini

bentuk Novelnya kira2 begini

557336_4235812212780_703809664_n

ini dia tokoh yang diceritain di novelnya :D

Ini dia penulisnya :D

Ini dia penulisnya :D

Ulang Tahun Papa

Posted: May 13, 2013 in Just Share

Hari ini 13 Mei, hari ulang tahunnya papa harusnya. Ah, terlalu banyak kata untuk menggambarkan sosok seorang papaku. Laki-laki paling rajin dirumah, bahkan lebih rajin dari mama dulunya. Ngga seperti laki-laki yang kebanyakan jorok, dan berantakan, papaku malah ngga nyaman sama yang namanya kotor dan berantakan.

Papaku dulunya bangun lebih dulu dibanding mama, lalu shalat subuh, nonton tv sambil ngopi. Selagi mamaku sibuk nyiapin sarapan (semua orang wajib sarapan dirumah sebelum berangkat beraktifitas), papa bisa ngerjain banyak hal dirumah, apapun yang menurutnya belom tertata dengan baik hari itu.

Seumur hidup papaku, aku belum pernah yang namanya dimaki papa, apalagi dipukul, satu2nya yang kuingat aku pernah dicubit papa dulu waktu SD, hanya itu, papaku ngga pernah bikin sakit hati, justru pada dialah aku mengadu dan bercerita tentang semuanya.

Aku memang terlalu manja, kelas 2 SD saat beberapa teman harus menggunakan transportasi umum untuk ke sekolah, aku bahkan masih di gendong papa. Yup, umur 6 tahun, aku masih digendong pulang dan pergi sekolah (saat itu bahkan kami belum punya kendaraan). Papa bisa tiba2 datang ke sekolah cuma untuk mengantarkan buku yang tergeletak di meja ruang tamu, yang kadang lupa aku bereskan atau sengaja aku tinggalkan, hanya karena dia pikir bukuku ketinggalan dan aku akan kesulitan belajar dikelas.

Aku mulai nakal waktu SMA, seperti kebanyakan abg seumuranku. Papa ngga pernah marah waktu aku pulang lewat jam 6 sore (peraturan dirumah), atau nginap tanpa bilang. Walaupun papa bingung keliling kota ke rumah temen2ku cuma untuk memastikan aku ada disalah satu rumah temenku. Membela aku dari amukan mama, yang wajar saja marah saat tau anak gadisnya kelayapan tanpa izin dulu ke orang tua.

Semua berubah sejak kami pindah ke Jantho dan papa mulai sibuk. Kesibukannya disertai papa yang perokok aktif sejak masi kecil itu yang bikin papaku kena Anemia Aplastik, sejenis kanker darah. Setahun setelah vonis, saat kemotheraphy papa yang keempat, papa dipanggil Allah. Aku masih ingat saat itu  tanggal 4 Juli 2008, setelah azan shalat Jumat, sebelum iqamah. Aku yang saat itu masih manja, kehilangan sandaran. Aku belum dekat sama mama saat itu, kalo kata orang-orang aku itu ya anak papa. Apa2 papa..sedikit2 papa.. Butuh waktu lama untuk pergi dari duka, aku sempat stress ringan, yang katanya awal kenapa kemampuan otakku bisa berkurang sampai setengahnya. Dan belum kembali pulih sampai sekarang.

Aku masih ingat semuanya. Makanan kesukaan papaku itu gulai kikil, telur rebus yang disambel + sayur bayam bening (ini kesukaanku juga). Aku sering kebut2an dari Banda Aceh ke Jantho sama Papa, dia ngga pernah marah saat aku melaju dengan kecepatan diatas 100 km/jam. Dia seperti tidak keberatan atas apapun, yang penting aku bahagia.

Masih banyak kebaikan papa yang aku ingat, sosok terbaik yang pernah kami miliki, wajar kalau mamaku ngga mau nyari penggantinya. Baginya memiliki seseorang seperti Papaku selama 21 tahun sudah cukup sempurna untuk seumur hidupnya. Ngga akan ada yang sesempurna itu katanya.

Semoga Allah selalu menempatkan Papaku disisinya yang paling baik, dihindarkan dari siksa kubur dan api neraka. Amiin. I love You Papa. Always. :)

a little part of Malang

Posted: April 21, 2013 in Just Share

Postingan yang ini harusnya juga udah launching taon kemaren *ceilee bahasanya*, tapi berhubung taon kemaren belom mood nulis gapapa lah ya kalo di posting sekarang. Sebelumnya, postingan kali ini banyak fotonya, semoga kualitas sinyal kalian bagus jadi bisa keliatan semua fotonya.. :D

Dalam rangka liburan sebelom mulai ngampus waktu itu aku maen ke Malang. Bagusnya kota ini tu, ada semacam tourism information center di tengah kotanya, jadi pelancong tinggal datang kesana, ntar diterangin tempat-tempat wisata seputaran kota Malang plus dikasi free map. Good job lah pemerintah kota ini. So, inilah beberapa tempat yang sempat ku datangi pas maen kesana kemaren, ngga semua ada fotonya, jadi diceritain aja la ya..hehe..

First, aku berangkat dari Solo naek kereta namanya Malioboro Express, kalo sekarang tarif normalnya 100 ribu untuk kelas eksekutif dan 80 ribu untuk kelas ekonomi AC, kalo mau tau tarifnya tinggal cek webnya kereta api. Nyampe sana nginap di penginapan sederhana, sharing cost ama mbak tia (temen dari babel juga) yang kebetulan lagi berkunjung juga ke sana, per malamnya 150 ribu kalo yg superior.

Berhubung dari solo-nya itu malem, jadi nyampe malang subuh sekitar jam 5an. Paginya langsung cuss nyari sarapan di tempat makan namanya pecel kawi, lupa nama jalannya apa.

suasana pecel kawi

suasana pecel kawi

mas-mas yang bikin minum

mas-mas yang bikin minum

Foto makanannya ngga ada, karena kelaperan jd lupa motonya..xixixi

Next kita jalan-jalan…

IMAG1122

pasar burung

ibu-ibu jualan jangkrik

ibu-ibu jualan jangkrik

yang ini aku ga suka, dulu pernah punya jaman masi bego gatau ternyata ini nyakitin ayamnya.

yang ini aku ga suka, dulu pernah punya jaman masi bego gatau ternyata ini nyakitin ayamnya.

lucu-lucu nian kan? :D

lucu-lucu nian kan? :D

best part of this market..i love owl so much... :D

best part of this market..i love owl so much… :D

hiiiiii...ulet makanan burungnya..

hiiiiii…ulet makanan burungnya..

Abis dari pasar burung, lanjut ke pasar bunga….

IMAG1124

IMAG1128

IMAG1130

IMAG1131 IMAG1133

IMAG1135 IMAG1134

IMAG1136

Trus abis dari situ pas udah zuhur kan, lanjutlah kita ke masjid rayanya malang ini. Sambil nungguin temenku shalat, aku iseng ke taman di depan mesjid itu dan menemukan hal menarik,haha. Ada sekumpulan burung merpati maen-maen di situ, berasa yang kayak di eropa gitu tapi yang disini populasinya blom sebanyak itu. Lucu deh.. :D

burung merpati

burung merpati

mesjid raya di Malang

mesjid raya di Malang

burung merpati

burung merpati

suasana taman

suasana taman

Puas ngeliatin merpati, dan karena udah kelaparan, akhirnya kita makan di restoran rekomendasi mbak-mbak di tourism information center, nama tempatnya………. Aku juga pernah liat acaranya Pak Bondan disini. Waktu itu aku pesan makanan standar, nasi goreng, temanku pesennya serem, bistik lidah sapi. Kebayang rasanya?berhubung aku bukan penyuka makanan begituan, ngeliat temenku makan aja akunya udah gilo,xixixi.

banyakan bulenya daripada turis lokal

banyakan bulenya daripada turis lokal

suasana restoran oen

suasana restoran oen

bistik lidah sapi...hiiiiiiii..hehe.. :D

bistik lidah sapi…hiiiiiiii..hehe.. :D

Next, berkunjung ke museum Brawijaya. Aku suka museum, banyak pengetahuan baru setiap masuk museum. Cekidot :D

pembuat punch card jaman dulu

pembuat punch card jaman dulu

konon ini salah satu gerbong  kereta maut jaman dulu, pintu gerbong ditutup, pribumi di dalamnya kehabisan oksigen trus meninggal (belanda emang kejam)

konon ini salah satu gerbong kereta maut jaman dulu, pintu gerbong ditutup, pribumi di dalamnya kehabisan oksigen trus meninggal (belanda emang kejam)

alat komunikasi jaman dulu, kebayang ribetnya gimana X(

alat komunikasi jaman dulu, kebayang ribetnya gimana X(

ini juga alat komunikasi jaman dulu

ini juga alat komunikasi jaman dulu

map

map

sejarah singkat

sejarah singkat

sebelum pintu masuk

sebelum pintu masuk

Abis itu kita pulang, berhubung udah sore, udah capek, jadi baru lanjutin keluar abis magrib, eh ngga ding, udah malam baru keluar lagi, nyari makan di tempat yang namanya Nikko Kopitiam, rasa makanannya menurutku standar, dengan harga cafe, tapi suasananya cozy dan cuma buka ampe jam 10 malam kalo ngga salah.

tebak minumanku yang jus apa yang kopi? XD

tebak minumanku yang jus apa yang kopi? XD

Belom puas nongkrong, sambung lagi ngopi, lupa nama tempatnya, nongkrong disini sejam, aku pesan hot chocolate (as usual), tapi belom ada minuman coklat seenak di cafe favoriteku di Solo (kapan2 kita bahas) :D
IMAG1187

Perjalanan hari itu selesai, sambung besok paginya dengan sarapan masi di daerah tempat sarapan kemaren, tapi nyobain salah satu kuliner asli Madura, namanya nasi Bhuk.

IMAG1188

penampakan nasi Bhuk

penampakan nasi Bhuk

Selanjutnya cuma muter-muter, siangnya tempat kuliner rekomendasi lagi yang suasananya jowo banget, tapi makanannya biasa aja rasanya,hehe (menurutku loh ya)

katanya tiap malam minggu ada wayang disini, sayangnya kita datengnya siang.

katanya tiap malam minggu ada wayang disini, sayangnya kita datengnya siang.

penampakan buku menunya

penampakan buku menunya

yg ini abaikan XD, liat belakangnya aja, tetep yang banyak dateng itu mas bul dan mbak bul

yg ini abaikan XD, liat belakangnya aja, tetep yang banyak dateng itu mas bul dan mbak bul

suasananya tradisional jawa banget

suasananya tradisional jawa banget

Selesai makan balik ke penginapan ambil barang, trus dianterin ke stasiun. Dan perjalanan pun selesai.. :D

     Postingan ini harusnya udah ku publish dari taon kemaren, karena isinya berhubungan ama jalan-jalanku ke Belitung Island taon kemaren sebelom tugas belajar ke Solo. Tapi kali ini aku nggak mau ngomongin serunya jalan-jalan disana, ntar aku bikinin postingan laen aja soal jalan-jalannya. Nah, sekarang sesuai judul, aku mau bahas soal penangkaran penyu di sini. Ada dua tempat penangkaran penyu di pulau ini, sebenarnya tempatnya bukan di Pulau Belitungnya, tapi nyebrang ke pulau mini yang namanya Pulau Lengkuas dan Pulau Kepayang.

     Awalnya aku sendiri nggak tau bahwa disini ada tempat penangkaran penyu, baru tau waktu masuk trus ngeliat ada tempat khusus yang disediain untuk menetaskan telur penyu (maaf nggak tau istilahnya). Menurut penjaga mercusuar yg berprofesi juga sebagai pemburu telur penyu serta perawat penyu ini, telur-telur itu mereka dapat dari pantai Pulau Lengkuas serta pulau-pulau lain disekitar pulau tersebut. Kupikir baik sekali penjaga mercusuar itu peduli tentang keberlangsungan hidup penyu-penyu disekitar pulau ini, tapi ternyata nggak bener-bener amat. Penjaga mercusuar ini memang mencari telur untuk mereka tetaskan, tapi untuk tujuan komersil. Telur-telur yang didapat nggak semuanya ditetaskan, yang ditetaskan hanya setengahnya, sedangkan setengahnya lagi untuk konsumsi. Ternyata mereka tidak terlalu paham soal penyu yang mulai langka, dan aku nggak men-judge mereka soal itu. Penyu-penyu lucu yang lahir ke dunia selanjutnya diletakkan di sebuah kolam kecil. Penyu-penyu ini akan ditawarkan kepada pengunjung yang datang seharga Rp15.000/ekor untuk dilepas di pantai. Saat itu dompetku ketinggalan dan cuma ngantongin uang sedikit jadi aku cuma beli 5 ekor untuk dilepas. Aku upload beberapa foto Pulau Lengkuas sama penangkaran penyunya. Mungkin penangkaran bukan istilah yang tepat, menurutku lebih cocoknya sejenis pet shop x ya..xixixi…

Untuk menuju ke pulau-pulau tersebut kita harus menggunakan perahu nelayan dengan sewa 400k per kapal

Untuk menuju ke pulau-pulau tersebut kita harus menggunakan perahu nelayan dengan sewa 400k per kapal

Penampakan Pulau Lengkuas tempat penangkaran penyu

Penampakan Pulau Lengkuas tempat penangkaran penyu

IMAG1027 IMAG1034

IMAG1029

IMAG1053

IMAG1051

     Setelah dari Pulau Lengkuas, perjalanan dilanjutkan ke beberapa pulau kecil lain yang nggak akan saya bahas disini,hehe. Lalu sampailah di Pulau Kepayang, disini juga ada penangkaran penyu, menurutku, tempatnya nggak lebih baik dari Pulau Lengkuas, hanya saja disini pengelolanya nggak ngejual penyu kayak di Pulau Lengkuas, tetapi lebih dijadikan objek wisata pulau ini aja. Di sini usia penyunya beragam, dari yang baru netas sampe yang tahunan jadi udah agak besar, ntah kenapa nggak dilepas. Yang bikin miris itu, ketika kolam-kolam penyu ini didekati, mereka berbondong-bondong ke pinggir, seperti ikan kalo mau dikasi makan, rebutan, aku ambil kesimpulan sendiri, kalo penyu-penyu ini kekurangan makanan. Mungkin pengelolanya nggak mampu ngasi makanan cukup untuk mereka, nah loh, kenapa nggak dilepas aja ya kan? Berikut penampakan-penampakan penangkaran penyu di pulau Kepayang ini.

IMAG1072

IMAG1074

IMAG1083

IMAG1084

IMAG1076

IMAG1077

IMAG1082

IMAG1081

     Sekian postingan mengenai penyu malam ini, maaf kalo kualitas dan teknik pengambilan gambar dan videonya kurang bagus, maklum saya hanya penikmat keindahan alam,bukan fotografer,xixixi… Terima Kasih sudah mampir.. ^^