#cerpen

Posted: January 23, 2015 in Uncategorized

Aku sedang diam ketika dia merengkuh pundakku dan mendekatkanku ke dadanya yg bidang. Aku tersenyum dalam hati. Biasanya dia hanya akan bilang ‘ngambek ya?’ lalu kembali tenggelam dengan game di hpnya. Kali ini tidak…dan ini yg aku butuhkan. Tak perlu bertanya aku kenapa,cukup genggam tanganku atau rengkuh tubuhku..apapun selain dy dan hpnya yang tak pernah bisa kusela.

 

to be continue….

Assalamualaikuuuuummm…

Lama absen..selalu saja begitu kalo buat nge-blog. Banyak ide berseliweran kalo tengah malam, tapi apa daya tangan ini terlalu malas untuk sekedar buka laptop trus ketik-ketik yang sebenarnya kadang bermanfaat untuk di share…hehe :D

Anyway, malam ini mumpung cuaca hati sedang bagus-bagusnya, walaupun tadi sempat hampir demam cuman beruntung nemu obat jadinya demamnya batal,haha… :D Jadi tadi scrolling di time line twitter ada sesuatu yang menarik dan bermanfaat (kebetulan), jadi malam ini mau aku share.

Tau lactose intolerance ? Kalo diterjemahin ke bahasa gampangnya itu “alergi produk yang mengandung susu”. Alergi susu kan cuma buat anak-anak? Ternyata jawabannya adalah orang dewasa pun bisa terkena yang namanya alergi ini. Aku jadi seperti menemukan oase di gurun pasir..wkwkwk..secara aku juga alergi susu, sering diare kalo udah minum susu :D

Baiklah, jadi Swagerty DL Jr, Walling AD, Klein RM dari University of Kansas School of Medicine melakukan penelitian mengenai lactose intolerance. Peneliti ini mengatakan bahwa “persons with lactose intolerance are unable to digest significant amounts of lactose because of a genetically inadequate amount of the enzyme lactase”. Yang kalo diartikan kira-kira, orang dengan lactose intolerance tidak dapat mencerna sejumlah besar laktosa karena enzim laktase dalam tubuhnya tidak memadai.

Trus, laktosa itu siapa sih?buat apa tubuh kita butuh laktosa?

Laktosa itu adalah komposisi gula yang ada dalam susu, bersifat disakarida yang terdiri dari glukosa dan galaktosa. Mumet ya bacanya?heu :D Gini aja, intinya laktosa itu cuma ada dalam susu yang diproduksi oleh mamalia setelah melahirkan, jadi bukan cuma ASI, susu sapi dan mamalia lain juga mengandung laktosa, tapi dengan kadar yang berbeda. Nah, si laktosa ini fungsinya menyediakan energi bagi tubuh trus juga si laktosa ini membantu enyerapan kalsium, which is bermanfaat bagi tubuh kita.

Trus, enzim laktase itu apa?kenapa kalo tubuh kita kekurangan enzim ini, kita bisa terkena lactose intolerance?

Jadi, menurut Wahyu Widodo dari Universitas Muhammadiyah Malang, enzim laktase adalah enzim yang bertugas untuk menguraikan gula laktosa menjadi gula-gula yang lebih sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa. Kenapa harus diurai?karena glukosa dan galaktosa merupakan monosakarida yang dapat dicerna dan diserap oleh usus untuk proses metabolisme. Ketiadaan enzim laktase inilah yang menyebabkan terjadinya lactose intolerance yang biasanya berupa gejala diare, murus-murus, atau mual beberapa saat setelah minum susu.

Nah, gimana caranya biar kita tetap memiliki cukup kalsium dan enzim laktase?apa yang harus kita lakukan?

Caranya bisa bermacam-macam, misalnya:

1. Mencoba mengonsumsi susu secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi untuk perlahan menerima laktosa. Konsumsi makanan yang mengandung susu pada saat makan siang atau makan malam, karena lemak dari menu makanan dapat memperlambat metabolisme lambung sehingga enzim laktase dalam usus halus membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah laktosa.

2. Kita bisa mengganti susu sapi dengan susu kedelai. Susu kedelai kaya akan kalsium dan zat besi namun tidak mengandung laktase jadi aman dikonsumsi penderita alergi susu.

3. Konsumsi keju dan yoghurt sebagai pengganti susu. Meski yoghurt mengandung laktosa dan berbahan dasar susu namun penderita alergi susu dapat mentolerir laktosa pada yoghurt, karena bakteri baik pada yoghurt mampu meningkatkan jumlah enzim laktase. Yoghurt memperlambat pengosongan lambung sehingga memperlambat metabolisme laktosa.

Gimana teman-teman?ada yang lactose intolerance juga kayak aku?sepertinya cara di atas layak dicoba. Kalo teman-teman punya pengalaman yang sama dan punya solusi, boleh di share di comment. Tengkyu udah sempetin baca blogku, semoga bermanfaat yaa :D

Sumber:

Sumber 1Sumber 2Sumber 3

Car Free Day Solo

Posted: May 25, 2014 in Just Share

Hari ini sarapan ke cfd lagi…rutinitas beberapa bulan terakhir setiap hari minggu..gara-garanya disana ada yang jual lontong padang yang satu2nya bisa kuakses selama di Solo (yang laen blom pernah nemu soalnya)..Anyway, sekilas tentang cfd di Solo..Cfd di Solo diselenggarakan di sepanjang jalan Slamet Riyadi which is jalan protokol sepanjang sekitar 10 km mulai jam 05.00 sampe jam 09.00. Tujuan awalnya adalah memfasilitasi orang yang pengen olah raga. Banyak kegiatan yang bisa dilakuin disini, mulai dari joging atau sekedar jalan santai bersama sesama manusia atau spesies lain, sepedaan, ping pong, atau kayak aku yang sekedar nyari sarapan.

Ngomong2 soal spesies lain, disini juga banyak orang yang ngajak jalan hewan peliharaannya, mostly anjing, tapi sering juga komunitas reptil show off disana. Bagian yang paling menyenangkan menurutku, refreshing sambil ngeliat anjing2 atau ular2 lucu. Kayak hari ini, ada dua phyton lucu tadi, sayang ga punya gadget mumpuni buat ngambil gambar, jadinya ga ada fotonya deh.

Kalo beneran mau olah raga, sebaiknya dateng pagi, jam 5 sampe jam 7, kalo diatas itu udah padat banget, banyak orang yang menuh-menuhin jalan doang soalnya. Sisi positif lain dari tempat ini adalah sering dipake buat kampanye sama komunitas-komunitas yang ada di Solo. Hari ini ngeliat kampanye anti rokok, mereka bawa sejenis asbak gitu trus keliling buat nyari orang yang ngerokok dan ngajak mereka berhenti, setidaknya ngga ngerokok di cfd. Trus yang dari dulu ga kesampaian pengen belajar bahasa isyarat, baru tadi liat ada komunitasnya. Mungkin nanti bisa belajar, semoga.

Trus sisi negatif dari cfd ini adalah apalagi kalo bukan orang-orang yang buang sampah sembarangan. Karena cd rame jadi ajang promosi bukan hanya komunitas tapi juga swasta yang nyari konsumen disana dengan bagi-bagiin brosur, kalo tadi itu yang dibagiin mulai dari produk makanan, promo rumah makan baru, promo gadget murah, seminar psikologi dan ntah apa lagi. Yang jelas kalo aku tiap kesana sebisa mungkin ngga nerima brosurnya, karena ujung-ujungnya pasti aku buang. Haha.. :D

Udah ah, ntar kapan-kapan cerita lagi, mau beresin skripsi dulu (gayaaaa….haha) :D

Kalo mau ikutan aku tiap minggu pagi jam 7 hampir selalu hadir di lesehan lontong padang satu-satunya di cfd. See ya :D

Lama ngga nulis…bahasa jadi kaku..jadi hari ini mulai pengen nulis lagi walaupun nantinya cuma nge-junk aja (as usual sih)…kali ini pengen ngomongin malam..ntah kenapa tiba2 kepikiran pengen nulis soal ini..gpp yaa… :)

Akhir-akhir ini sedang “terikat” ama malam…malam menjadi satu2nya yang paling menenangkan, hingga munculnya mentari malah mengisyaratkan tubuh untuk istirahat..mungkin orang bilang penyakit,insomnia atau apalah…tapi aku “menikmati” malam..saat tak ada yang mengganggu..hanya aku dan malam…

Udah lama aku ngga ngomongin bulan dan bintang…aku memang tertarik sama dua anugrah yang cahayanya indah ini..sampai akhirnya aku sadar…mereka hanya terlihat sementara…yang selalu setia hanyalah malam..gelap memang, tapi bukankah kita bisa melihat sinar bulan karena gelapnya malam? kegelapan yang selalu dianggap buruk dan tak pernah diharapkan..

Malam….dia hanya terlalu indah untuk dilukiskan..dan aku hanya seseorang yang mengaguminya..terima kasih Tuhan yang telah memberikan aku malam yang indah…yang ntah sampai kapan bisa aku nikmati….ah,aku jatuh cinta pada malam….

Mungkin setelah ini aku akan terus2an ngomongin malam…semoga kalian ngga bosan…. :)

Aside  —  Posted: April 16, 2014 in Just Share

Penelitian

Posted: October 7, 2013 in Just Share

Satu kata, yang dalam beberapa waktu terakhir rasanya merenggut kebahagiaan. Berlebihan mungkin, tapi untuk seorang lulusan teknik komputer yang lari-larian belajar akuntansi, aku merasa seluruh pikiran dan tenaga terkuras untuk urusan yang satu ini. Mulai dari mencari topik yang akan diteliti, mengumpulkan jurnal-jurnal akuntansi yang harus dibaca satu persatu demi bisa mentransfer sedikit ilmu para peneliti-peneliti super itu ke dalam otakku, mencari referensi buku-buku dengan bahasa Inggris baku yang butuh bantuan mbah google untuk mengerti apa maksudnya. Aku capek, tapi  aku dibayar untuk berada disini. Beban memang, semua harus dijalani, tapi tak apa kan kalau aku menulis isi pikiranku saat ini?mungkin terdengar mengeluh, tapi aku harus meluapkannya. Disaat begini aku selalu rindu papa, sedikit pelukan mungkin bisa banyak membantu.

Enklave Ranupani

Posted: September 12, 2013 in Just Share
Tags:

Hai guys, after long long time no see. You must be missing my update,right? Udah ngaku aja,gapapa kok. Aku udah biasa banyak fans. *ditoyor pembaca :D

Anyway, malam ini aku mau posting review bukunya Amin yang terbaru, judulnya Enklave Ranupani. Ceritanya tentang perjalanan Amin ke Ranupani (lagi) yang bikin mupeng, secara aku belom belom juga kesananya *poor me :p

enklave ranupane

Eh, ada yang belom kenal Amin? mau tau siapa dia? (ecieee udah kembang kempis aja tuh idungnya si Amin :p) monggo cek post sebelumnya yang judulnya Fatamorgana dulu yaa….

Oke, sekarang mari kita bahas bukunya, “Min,baru bagusnya dulu apa jeleknya? Jeleknya dulu? Oke..” (nanya sendiri, jawab sendiri :p)

Buku Enklave Ranupani ini terdiri dari 150 halaman yang ditulis oleh dua orang, Amin dan mbak Mervi (menurut sampul bukunya sih gitu). Isinya seperti yang udah diceritakan diatas adalah perjalanan Amin ke Ranupani (lagi) beserta mbak Mervi yang sepertinya baru pertama kali kesana. Begitu baca bab-bab awal, kalian pasti langsung tau betapa “wow” nya perjalanan mereka ke Ranupani.

Kita mulai dari awal yaa. Waktu awal baca, kukira yang nulis adalah Amin, aku baru tau yang tulis mbak Mervi setelah sampai di halaman 19, itupun karena ada namanya.Tulisan mbak Mervi dari halaman 2-64, sisanya Amin. Jadi bukan seperti buku kebanyakan, yang kalaupun ditulis oleh beberapa orang, kita ngga akan tau yang nulis siapa karena bahasanya yang mungkin universal dan tidak menjurus ke personal penulis. Jadi menurutku, sebaiknya diberi keterangan bagian mana yang ditulis oleh penulis yang mana (menurutku loh ya… :D)

Seperti juga komentarku di novel Amin waktu dia pertama kali menerbitkan novelnya yang Fatamorgana, di buku ini juga ada beberapa kekurangan (mungkin secara estetika penulisan aja) karena setelah baca, asumsiku bahwa mbak Mervi adalah seorang penulis pemula, dan tentu saja untuk menjadi penulis handal harus jadi pemula dulu kan? Semua harus ada “awal”nya :)

Kekurangan yang aku maksudkan itu misalnya seperti nama peserta yang ikut dalam perjalanan yang tiba-tiba muncul ditengah cerita. Penggunaan tanda seru dan huruf besar yang berserakan dimana juga mengganggu, karena seperti marah-marah padahal sebenarnya isi ceritanya nggak marah sama sekali. Trus konsistensi penggunaan kata, misalnya kata (ngga atau ga) mungkin bisa dipilih salah satu, sehingga bacanya lebih enak. Kalau masalah typo mungkin udah lumrah ya, tinggal seberapa jeli editor aja. Di buku ini juga dijumpai (lagi) istilah-istilah dalam bahasa inggris atau bahasa non-baku yang tidak diberi penjelasan yang biasanya diletakkan sebagai footnote. Buku yang diterbitkan pasti dengan niat agar bisa dibaca semua orang kan, dan nggak semua orang mengerti akan istilah-istilah tersebut, jadi sebaiknya diperjelas, biar mudah dimengerti :)

Lalu ada bagian cerita yang diulang sampai beberapa kali, dengan bahasa yang sama, misalnya cerita bahwa Better (nama biskuit – red) seharga 500 rupiah diulang sampai 3 kali dengan bahasa yang sama, bedanya disatu halaman kata-kata “Better” disensor jadi “Bett*r” dan di dua halaman lain nggak di sensor. Sebenarnya cerita yang ditulis mbak Mervi ini mengandung humor yang lumayan banyak, tapi mungkin butuh sedikit polesan pada kata-katanya biar orang yang baca terpengaruh sama tulisannya mbak Mervi ini. Buktinya aku dua kaii ketawa karena ada bagian cerita yang menurutku lucu, nice :D

Kekurangan lain mungkin nggak terlalu masalah, hanya sebatas penggunaan huruf kapital yang tidak digunakan di awal kalimat, tanda baca yang hilang, hal-hal seperti itu aja. Yang lainnya? jempol deh mbak, aku nggak bisa nulis kayak mbak *malu*

Next, aku mau komentar tentang tulisannya Amin, dari halaman 65 sampai selesai. Honestly, aku kaget baca tulisan Amin kali ini, dibandingkan novel Fatamorgana, aku hampir nggak nyoret kesalahan tulisannya. Kali ini menurutku tulisannya bisa aku kasi 4 jempol, serius. Kenapa aku bisa ngomong gitu? Oke, mari kita perjelas.

Dari awal aku bilang ini buku, karena isinya bukan cuma soal pengalaman, kalian bisa liat Amin sebagai seorang “Mahasiswa Teknil Lingkungan” mulai halaman 97. Bahasanya bagus, kalo boleh aku bilang “banget” sampe aku ngerasa sedang baca buku studi tentang lingkungan. Jadi dibuku ini, ada bagian santai dan ada bagian seriusnya. Maaf ya min, untuk buku yang ini komentarku nggak banyak, cuma mungkin masi ada beberapa tanda baca yang kurang aja, dan bahasa yang terlalu teknis, mungkin bisa dibikin sedikit ringan :)

Bagian yang menarik buatku dari buku ini adalah cerita tentang Pak Haji Amin dan anak berpipi merah. Di Takengon-Aceh Tengah, kampung halamanku, penduduk asli juga berkulit terang dan berpipi merah gitu, karena sama-sama didataran tinggi mungkin, jadi waktu Amin bahas soal pipi merah, aku jadi ingat kampung deh,hehe :D

Secara keseluruhan, aku suka buku ini. Semoga buku ini mendekatkan Amin menuju cita-citanya sebagai “Penulis Profesional”. Amiiiiiiin :D

 

 

Fatamorgana

Posted: May 17, 2013 in Uncategorized

Mungkin pada nebak-nebak isi blogku  kali ini,heheh…itu judul novel bikinan seorang temen (kalau dia udah nganggep temen sih,hehe :D ) Hari ini aku baca novelnya, dan janji mau bikin reviewnya. Dan berhubung malam ini (lagi2) aku blom bisa tidur, dan udah terlalu malam buat gangguin abang-abang cakep (awas pada ngerasa) yang suka aku chat malem2, jadi mungkin aku bikin aja reviewnya malam ini. Setidaknya aku ngelakuin sesuatu yang berguna malam ini setelah seharian cuma tidur dan makan karena kondisi badanku kurang fit plus alergi yang bikin pengen garuk2 muka terus. But thanks God, malem ini udah seger lagi, pun mukanya masi gatel (yah mungkin emang harus ketemu dokter lagi).

Anyway, setelah curcol2 ngga jelas diatas yang harusnya ku edit dan kuhilangkan, hehe..Aku suka nulis apa yang ada dipikiranku tanpa ku edit, jadi biarlah ya, skip aja bacanya kalo kira2 ngga enak dibaca :D . Then I will introduce you my friend, penulis novel ini, namanya Nurul Amin. Aku kenal dulu waktu masi di Babel, kenalnya di facebook, dia suka backpakeran dan naik gunung, makanya ngobrol jadi seru. Mungkin terlihat aneh atau beberapa orang nganggap ini suatu hal yang “murahan” kenapa aku mau temenan sama orang yang awalnya dari facebook. Well, i dont care, selama tujuannya baik, darimanapun kamu bisa dapet temen (menurutku loh ya). Jadilah waktu aku kuliah di Solo ini, udah beberapa kali ketemu ini anak dan ngobrol bareng. Tengil, mungkin gitu penggambaran awal waktu ngeliatnya. Makanya aku asik2 aja bahkan pertama kali ketemu juga.

Amin (nama panggilannya) selain hobbinya naek gunung, juga pernah ngonthel jogja-sumbawa-jogja, juga pernah naek vespa dari jogja-jambi-jogja. Sesuatu yang menurutku “wow” untuk seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Teknik Lingkungan ini. Mungkin kalau kalian kenal orang ini juga bakal sependapat denganku,,wkwkwk (ampun Min :D)

So, ini novel pertamanya, judulnya sesuai dengan judul blog ini “Fatamorgana”, isinya tentang pendakian Amin dan empat orang temennya ke puncak Mahameru bulan Desember tahun 2012. Mungkin kalian udah pernah nonton filmnya atau udah baca novel 5cm? jadi udah liat kan gimana indahnya puncak Mahameru? Aku dong ampe sekarang masi mupeng banget pengen kesana, tapi fisiknya kayaknya belom sanggup buat kesana,haha…

Novel ini secara keseluruhan menurutku isinya cukup bagus untuk seorang penulis pemula, tapi ngga bisa dipungkiri karena novel ini diterbitkan sendiri oleh Amin, jadi masih perlu beberapa perbaikan. Ngga apa2 ya Min aku komentari, buat perbaikan ke depan juga kan? :)

Aku ingat kata-katanya waktu kemaren kami maen ke Gramed di Malioboro Mall Jogja. “Pasti bahagia kali rasanya kalo tulisan kita dicari orang, dipampang disini. Suatu saat tulisanku juga akan ada disini, dan dicari orang. Ngga kebayang gimana bahagianya”. Dan aku otomatis mengaminkan kata2nya :D

Kekurangan buku ini yang pertama itu sama kayak novel kebanyakan, masalah tata penulisan kata dan banyak typo. Aku bilang banyak karena lebih dari jumlah jari yang aku punya,hehe. Tata penulisan katanya kurang baik di bab2 awal, bahasa resmi dan santai kegabung disatu percakapan yang jadinya kurang indah dibaca. Tapi mulai bagian Ranupani- Ranu Kumbolo, bahasanya mulai bagus, jadi lebih enak bacanya.

Yang kedua, di novel ini ada semacam footnote buat ngejelasin kata2 yang mungkin awam bagi pembaca, tapi banyak kata2 yang harusnya diperjelas di footnote malah ngga ada, dan kata2 yang orang awam tau malah dijelasin lagi,hehe.. :D

Terus ada beberapa bagian cerita yang bikin bingung karena tiba2 muncul, misalnya ada bagian yang bilang “Agra itu anak Tungkal”. Nah..muncul pertanyaan Tungkal itu dimana?tapi ngga diceritain,hehe. Trus cerita saudarinya mbak Winda, yang tiba2 muncul dicerita dan menawar harga angkot, dan beberapa cerita lainnya. Mungkin beberapa bagian yang Amin lupa kalo itu tiba2 muncul :)

Ada juga nama “Fitri” yang muncul, padahal sebelum2nya Amin manggilnya “Rotua”. Awalnya aku bingung itu siapa, baru ngeh setelah inget nama lengkap yang dimaksud “Fitri Rotua”. Dari namanya udah ketauan kalo dia cewe, dan di dalam novel ini perannya menonjol setelah Amin sendiri tentunya. Cerita2 tentang mbak Rotua ini bikin aku pengen ketemu orangnya langsung. Sepertinya orang ini menarik, dan mungkin setipe denganku “kurang feminin”, heheh :D

Yang terakhir mengenai penggambaran lokasi di novel ini. Aku kurang bisa membayangkan gimana indahnya Ranu Kumbolo, Kalimati, Puncak Mahameru dan lain2nya karena penggambarannya di novel ini menurutku kurang. Mungkin boleh deh Min lebih di detail lagi, biar yang baca juga bisa bayangin mereka ada disana, jadi kayak yang aku bilang kemaren, pembaca bisa ngerasa masuk ke novelnya. :)

Aku suka epilognya dan aku baru tau bahwa pembuatan film 5cm ternyata malah ngerusak alam disana. Semoga suatu saat aku juga bisa ikut mendaki, pengen liat hamparan lavender yang luas kayak yang diceritain di novel ini :D

Btw, buat yang penasaran sama orangnya, silahkan maen2 ke facebooknya Nurul Amin. Dia juga udah bikin novel baru lagi, tapi aku blom baca…

bentuk Novelnya kira2 begini

bentuk Novelnya kira2 begini

557336_4235812212780_703809664_n

ini dia tokoh yang diceritain di novelnya :D

Ini dia penulisnya :D

Ini dia penulisnya :D