Bipolar Disorder

Posted: April 7, 2013 in Just Share
Tags: , , , , ,

      Hari ini, eh salah..ini udah jam 2.00 wib, berarti kemaren deh, hari Sabtu. Aku ikut pertemuan di salah satu kelas akademi berbagi di Solo. Materinya sebenarnya masala Interpersonal Communication, tapi di akhir acara, ada seorang mbak-mbak yang nanya soal materi yang dibahas, tapi dy memperkenalkan komunitas yang dijalaninya sekarang. Nama komunitasnya itu kalo nggak salah sih BipolarID. Trus dy juga ngasi sedikit gambaran soal bipolar yang ternyata adalah salah satu jenis penyakit psikologi. Nah, berhubung sebelomnya aku sama sekali nggak tau soal penyakit ini, dan tadi itu penjelasan mbaknya juga sekilas, jadilah aku cari tau di internet, jenis penyakit bagaimanakah ini? Soalnya menurutku mbak itu baik2 aja, maksudku dy kelihatan normal kayak orang2 lain yang datang disana.

      Berhubung malam ini aku udah bolak balik kanan kiri atas bawah di kasur tapi tetep nggak bisa tidur. Yang biasanya gara2 alam bawah sadar aku terlalu mikirin sesuatu masalah, walaupun secara sadar sebenarnya aku nggak ngerasa mikirin apa2 pas mau tidur (ini case yang lain yg belom tau jenis penyakitnya). Jadilah aku tulis halaman ini, yang sumbernya dari wikipedia dan tulisan2 orang yang pernah punya pengalaman dengan penyakit ini. Cek this out.

      Bipolar disorder adalah jenis penyakit psikologi, ditandai dengan perubahan mood (alam perasaan) yang sangat ekstrim. Nama biopolar diambil dari sifat penyakit ini yang dapat berubah2 dengan tiba2 antara dua kutub (bipolar) yaitu kebahagiaan dan kesedihan.  Penyakit ini biasanya diawali karena stress yang berkepanjangan, bisa juga disebabkan oleh bawaan genetik, tapi sebagian besar karena pengaruh lingkungan.

      Ada empat episode yang menandai penyakit Bipolar Disorder ini, yaitu episode depresi, mania, hipomania, dan campuran.

Episode Depresi

Gejala-gejala dari tahap depresi bipolar disorder:
1. Kesedihan dan menangis secara umum.
2. Mengalami kesulitan tidur (insomnia) atau terlalu banyak tidur (hypersomnolence).
3. Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan atau sebaliknya.
4. Menarik diri dari pergaulan, hilangnya rasa percaya diri.
5. Kehilangan rasa suka terhadap hal-hal yang menyenangkan saat penderita dalam kondisi normal.
6. Merasa pesimis, putus asa, tidak ada yang bersedia membantu, tidak bernilai atau berharga. dan tidak diinginkan.
7. Terjadi komplikasi pada organ lainnya yang disebabkan oleh sugesti yang buruk terhadap kesehatannya.
8. Memiliki respon yang lambat saat berbicara, kesulitan untuk berkonsentrasi, selalu berpikiran yang tidak jelas, dan bingung.
9. Pekerjaan dan hubungan interpersonal terganggu
10. Merasa tidak berdaya dan benar-benar berpikir tentang cara membunuh dirinya sendiri.

Hampir semua penderita bipolar disorder mempunyai pikiran tentang bunuh diri dan 30% diantaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara.

Episode Mania

Gejala-gejala dari tahap mania bipolar disorder:
1. Merasa sangat bersemangat, penuh energi, dan siap untuk apapun.
2. Berperilaku agresif, intoleran, terkadang membosankan, cepat marah, tidak sabaran, serta perilaku ugal-ugalan.
3. Penurunan kebutuhan untuk tidur karena selalu aktif beraktifitas.
4. Memiliki rencana yang realistis, suka berlibur dan bersenang-senang, serta peningkatan hubungan seksual.
5. Kepercayaan diri yang meningkat, tidak takut pada apapun.
6. Suka berbicara dengan cepat dan melompat dari subyek yang satu ke subyek yang lain.
7. Keputusan tentang bisnis dan keuangan dilakukan dengan terburu-buru tanpa memperhatikan akibatnya.
8. Memilih pakaian dan make up yang mendukung suasananya hatinya yang ceria.
9. Hubungan sosial dan pekerjaan terganggu.
10. Meminta anggota keluarga maupun orang lain untuk memperhatikannya dan merasa tidak memerlukan orang lain.
11. Mengalami gejala psychotic yaitu delusion (kepercayaan palsu) dan hallucination (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata).
12. Muncul banyak ide dan gagasan yang berlebihandan terkesan muluk-muluk.

Episode Hipomania

      Tahap Hipomania mirip dengan mania. Bedanya, penderita pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania sulit untuk di diagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama seperti mania. Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder:
1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kretivitas
2. Bersifat optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah
3. Penurunan kebutuhan untuk tidur

Episode Campuran (Mixed State Episode)

      Dalam konteks bipolar disorder, mixed state adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlalu-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi berganti dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Alkohol, narkoba, dan obat-obat antipedresan sering dikonsumsi oleh penderita saat berada pada epiode ini. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination. Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri misalnya:
1. Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
2. Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.
3. Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.
4. Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon, dll.

      Selain itu ada contoh sederhana mengenai penyakit bipolar ini yang sering tidak kita sadari, misalnya  kasus bipolar lainnya yang seringkali tak disadari misalnya boros dan memiliki banyak kartu kredit yang membuatnya menghabiskan uang berlebihan dan tagihan kartu kredit yang sangat banyak, itu juga masuk kategori gangguan jiwa (self note). Lalu ada tipe orang yang kalau udah benci sama seseorang itu bisa benciiiiiiii banget.

      Sampai saat ini belum ada obat untuk penyembuhan bipolar ini, jadi kalau teman2 merasa memiliki gejala2 kayak diatas atau ada orang2 yang teman2 kenal punya gejala2 tersebut, lebih baik segera kunjungi psikiater. Nggak papa kok pergi ke psikiater, psikiater kan bukan cuma nanganin orang (maaf) gila aja. Tapi banyak penyakit2 psikologi yang sebenarnya sering kita alami juga lebih baik dikonsultasikan biar nggak bertambah parah.

      Yang nggak kalah penting, dukungan moral yang positif dari keluarga dan lingkungan sekitar. Dukungan ini sangat dibutuhkan untuk membangun kepercayaan diri si penderita sehingga penyakit ini pun dapat berkurang. Jangan sekali-kali mengumbar hal-hal yang negatif kepada si penderita. Kondisi ini karena akan memperparah keadaan si penderita yang memang sudah menunjukkan gejala depresi.  Jangankan penderita Bipolar Disorder, orang normal seperti kitapun membutuhkan support yang positif dari orang-orang sekitar agar tidak jatuh kedalam depresi.

      Sambil nyari-nyari bahan ternyata ketemu situs untuk test apakah kita mengalami bipolar disorder, linknya test bipolar. Berhubung aku ngasi link, nggak mungkin akunya nggak nyobain kan, iseng ikutan dan hasilnya mengejutkan, wanna see?

Jeng..jeng..jeeeeeeng……

bipolar

      Im shock, but whatever lah,hehe. Sebenarnya pengen nulis panjang, tapi kalo kepanjangan suka di protes gara-gara yang baca bosen. Semoga tulisan ini membantu. :)

Sumber:.
sumber
sumber
sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s